Portofolio Pribadi -10 Sri Mulyani



 

Setelah mengikuti kuliah ini saya memperoleh : 

A.        Implementasi Prinsip-Prinsip Pembelajaran KBK di SMK

Prinsip KBK

1.     Memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih bertanggung jawab untuk mengembangkan keterampilan pada kecepatan tertentu

2.     Memungkinkan siswa bersikap lebih bertanggung jawab terhadap kemajuannya

3.     Memotivasi dan membuat siswa aktif memusatkan perhatian pada tugas-tugasnya

4.     Memungkinkan fasilitator menyesuaikan antara pelatihan dengan persyaratan kinerja

5.     Memungkinkan instruktor menentukan waktu mulai, selesai dan kecepatan program

6.     Menyederhanakan prosedur penilaian

7.     Menjamin kemampuan lulusan di tempat kerja Sumber: Putu Sudira UNY

 

6        Karakteristik kurikulum berbasis kompetensi  (Sanjaya, 2006) :

1.     Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.

2.     Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman

3.     Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi

4.  Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif

5.     Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upayanya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi

Syarat-syarat   proses pembelajaran  berbasis  kompetensi (Soekamto, 1997:25):

1.  Materi pelajaran ham bermakna. Materi ini dipilih dan diatur oleh guru dan disajikan sesuai dengan tingkat perkembangan serta pengalaman masa lalu siswa

2.    Situasi belajar harus bermakna. Dalam hal ini, guru perlu memotivasi siswa untuk mengasimilasi materi baru berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya menurut cara-cara tertentu yang sudah diketahuinya

 

Komponen Utama Kurikulum Berbasis Kompetensi :

Kurikulum berbasis kompetensi merupakan kerangka inti yang memiliki empat komponen dasar yaitu:

1) Kurikulum dan Hasil Belajar,

2) Penilaian Berbasis Kelas,

3) Kegiatan Belajar Mengajar, dan

 4) Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah.

Keempat komponen dasar tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: 




Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi :

  1. Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) termasuk seleksi kompetensi yang sesuai, spesifikasi indikator evaluasi untuk mengukur keberhasilan pencapaian kompetensi, dan pengembangan sistem pembelajaran. 

  2. KBK juga memiliki sejumlah kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik, dan penilaian dilakukan berdasarkan standar khusus yang menunjukkan demonstrasi kompetensi oleh peserta didik.

  3. Pembelajaran dalam KBK lebih menekankan kegiatan individual personal untuk menguasai kompetensi yang diperlukan. Peserta didik dapat dinilai kompetensinya kapan saja saat mereka siap, dan mereka dapat maju dalam pembelajaran sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing.

Sumber: Agung, L., Sitika, A. J., Lestari, J. R. D., Putri, K. V., Azahra, M., Ulviyah, N., & Sutejo, Y. (2023). Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(19), 1-8

Mekanisme Pengembangan Kurikulum SMK


Strategi Pengembangan Kurikulum SMK berbasis Kompetensi DUDI

Kelebihan KBK:

a. Mengembangkan kompetensi-kompetensi siswa pada setiap aspek mata pelajaran dan bukan pada

penekanan penguasaan konten mata pelajaran itu .

b. Mengembangakan pembelajaran yang berpusat pada siswa Siswa dapat bergerak aktif secara fisik

ketika belajar dengan memanfaatkan indra seoptimal mungkin dan membuat seluruh tubuh serta

pikiran terlibat dalam proses belajar.

c. Guru diberi kewenangan untuk menyusun silabus yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di

sekolah/daerah masing-masing.

d. Bentuk pelaporan hasil belajar yang memaparkan setiap aspek dari suatu mata pelajaran

memudahkan evaluasidan perbaikan terhadap kekurangan peserta didik.

e. Penilaian yang menekankan pada proses memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi

kemampuannya secara optimal, dibandingkan dengan penilaian yang berfokus pada konten

Kelemahan KBK :

1. Kurang operasional

2. Guru cenderung kurang kreatif

3. Guru menjabarkan kurikulum yang dibuat Depdiknas

4. Sekolah kurang diberi kewenangan untuk mengembangkan kurikulum

5. Kurang relevan dengan otonomi daerah


Kompetensi siswa SMK meliputi :
  1. Pengetahuan, berupa kemampuan menguasai konsep dan prinsip ilmu pengetahuan secara tepat.

  2. Keterampilan, berupa kemampuan melakukan sesuatu berdasarkan pengetahuan teoritis yang telah dimiliki

  3. Sikap, berupa perilaku dan tindakan psikologis siswa terhadap berbagai aspek dalam bidang keahlian yang diajarkan di bidang keahliannya

Pengembangan KBK akan sulit menyentuh aspek religisuitas dan moral dalam proses pendidikan karena pada kurikulum ini, lebih menekankan pada aspek pengetahuan (kognitif) pesertamdidik. Karena pendidikan keagamaan adalah kemampuan yang lebih menyentuh pada wilayah emosi ketimbang pengetahuan kognitif. Artinya hasil pendidikan keagamaan merupakan pemilikan nilai dan sikap.

Contextual Teaching and Learning • Materi terkait dengan situasi dunia nyata siswa • Mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan dengan penerapannya dalam kehidupan
nyata • Pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa bukan bagi guru • Berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan • Siswa bekerja dan mengalami • Bukan transfer pengetahuan dari guru • Strategi pembelajaran sangat penting

Contextual Teaching and Learning • Landasan filosofi konstruktivisme • Belajar tidak sekedar menghafal • Siswa mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa, dan bagaimana mencapainya • Siswa menyadari apa yang mereka pelajari berguna bagi hidup dan kehidupannya • Siswa memposisikan dirinya sebagai orang yang memerlukan informasi • Selalu berusaha untuk menggapai informasi • Guru lebih banyak mengembangkan strategi dibanding memberi informasi • Mengelola kelas sebagai tim bekerja untuk menemukan sesuatu yang berguna bagi anggota tim
(siswa)
Langkah-langkah Pembelajaran Kontekstual
• Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, 
   menemukan sendiri, dan mengkonstruksi pengetahuan dan ketrampilan barunya
• Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiry untuk semua topik
• Kembangkan sikap ingin tahu siswa dengan bertanya
• Ciptakan masyarakat belajar (Belajar dalam kelompokkelompok)
• Hadirkan model sebagai Contoh pemelajaran
• Lakukan repleksi akhir pertemuan
• Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara

Pendekatan Pembelajaran Kontekstual 1. Pembelajaran sesuai dengan perkembangan mental siswa 2. Membentuk grup belajar yang saling ketergantungan 3. Menyediakan lingkungan mendukung pembelajaran mandiri: kesadaran berfikir, penggunaan

strategi, dan motivasi berkelanjutan 4. Memperhatikan keragaman siswa

5. Memperhatikan multi-intelegensi siswa (multiple intelligences), spasial-verbal, linguistic-verbal,

interpersonal, musical ritmik, naturalis, badakinestetika, intrapersonal, dan logismatematics. 6. Menggunakan teknik-teknik bertanya dalam meningkatkan pemelajaran siswa 7. Menerapkan penilaian autentik


MANFAAT PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI 1. Memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih bertanggungjawab untuk mengembangkan
ketrampilan pada kecepatan tertentu
2. Memungkinkan siswa bersikap lebih bertanggungjawab terhadap kemajuannya 3. Memotivasi dan membuat siswa aktif memusatkan perhatian pada tugas-tugasnya 4. Memungkinkan fasilitator menyesuaikan antara pelatihan dengan persyaratan kinerja 5. Memungkinkan instruktor menentukan waktu mulai, selesai dan kecepatan program 6. Menyederhanakan prosedur penilaian 7. Menjamin kemampuan lulusan di tempat kerja

Prosedur pembelajaran KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) secara umum terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

1. Perencanaan Pembelajaran

Pada tahap ini, guru melakukan beberapa kegiatan, yaitu:

  • Menganalisis Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD): Guru mempelajari SKKD yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk memahami tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
  • Mengembangkan Silabus: Guru menyusun silabus yang memuat rencana pembelajaran untuk satu semester atau satu tahun pelajaran. Silabus memuat tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, penilaian, dan sumber belajar.
  • Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP): Guru menyusun RPP yang memuat rencana pembelajaran untuk setiap pertemuan. RPP memuat tujuan pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, penilaian, dan sumber belajar yang lebih rinci dibandingkan silabus.

2. Pelaksanaan Pembelajaran

Pada tahap ini, guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun. Guru menggunakan berbagai metode dan teknik pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik. Guru juga melakukan penilaian pembelajaran secara berkelanjutan untuk mengetahui tingkat penguasaan materi oleh peserta didik.

3. Penilaian Pembelajaran

Penilaian pembelajaran dalam KBK dilakukan secara berkelanjutan dan komprehensif. Penilaian dilakukan untuk mengetahui tingkat penguasaan materi oleh peserta didik, baik aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Teknik penilaian yang digunakan dalam KBK meliputi tes, non-tes, dan portofolio.

4. Tindak Lanjut

Berdasarkan hasil penilaian, guru melakukan tindak lanjut yang diperlukan. Tindak lanjut dapat berupa pembelajaran remidi bagi peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), pengayaan bagi peserta didik yang telah mencapai KKM dengan nilai tinggi, dan pembinaan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.

Berdasarkan Kepmen 045/U/2002, terdapat lima unsur pokok kompetensi dan empat gugus utama kompetensi. Adapun lima unsur pokok kompetensi tersebut adalah: 1) Pengembangan Kepribadian (MK), 2) Pengembangan Keahlian Keilmuan (MKK), 3) Pengembangan Keahlian Berkarya (MKB), 4) Pengembangan Perilaku Berkarya (MPB), dan 5) Pengembangan Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). Sedangkan empat gugus utama kompetensi meliputi: 1) factual knowledge, 2) conceptual knowledge, 3) procedural knowledge, dan 4) metacognitive knowledge.
Bila unsur-unsur kompetensi utama ini diwujudkan ke dalam sebuah matrik, maka akan tampak sebagai berikut.

FASILITATOR yang BAIK : 1. Kepribadian yang Menyenangkan, dengan kemampuan untuk menunjukkan persetujuan dan apa yang
dipahami Partisipan 2. Kemampuan Sosial, dengan kecakapan menciptakan dinamika kelompok secara bersama-sama dan
mengontrolnya tanpa merugikan partisipan
3.Mampu mendisain cara memfasilitasi yang dapat membangkitkan, menggunakan pengetahuan dan
ketrampilan partisipan sendiri selama proses berlangsung
4. Kemampuan mengorganisir kegiatan mulai dari mencari sumber dana sampai persiapan logistik yang
diperlukan 5. Cermat dalam melihat persoalan pribadi partisipan dan berusaha mencarikan jalan keluar. 6. Memiliki ketertarikan yang besar terhadap subyek atau materi pendidikan dan meletakkan
ketertarikan itu pada cara penyampaian yang tepat dan menyenangkan. 7 Fleksibel dalam merespon perubahan kebutuhan belajar partsisipan 8. Pemahaman cukup atas materi pokok Pendidikan

    Pelaksanaan KBK di SMK sangat tepat mengingat tujuan pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidangnya. Salah satu tolok ukurnya adalah dengan pencapaian kompetensi tertentu melalui uji kompetensi kejuruan (UKK) baik itu dengan LSP maupun dengan penguji eksternal (dari DUDI). Peserta didik dinyatakan kompeten jika telah mencapai KUK (kriteria unjuk kerja) yang ada di form uji kompetensi sesuai klaster yang ada. Dengan pelaksanaan KBK di SMK berarti sangat relevan dengan uji kompetensi yang artinya mendukung anak untuk kompeten di bidangnya sesuai kebutuhan industri.

Tentang KBK dapat dilihat juga melalui tayangan Youtube pada link berikut :
1. https://youtu.be/-jYscyTkDzI?feature=shared
2. https://youtu.be/RJDiZ2W1ll4?feature=shared
3. https://youtu.be/O7sy2975pTQ?feature=shared

Referensi :

Depdiknas (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Depdiknas.

Daeng Pawero, A. M. V. (2018). Analisis Kritis Kebijakan Kurikulum Antara KBK, KTSP, dan K-13. Jurnal Ilmiah Iqra’, 12(1), 42. https://doi.org/10.30984/jii.v12i1.889

Putu, S. (n.d.). Pembelajaran Kbk. https://eprints.uny.ac.id/660/

Rahdiyanta, D. (2007). Peningkatan Mutu Smk Melalui Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi ( Kbk ). 1–11.

Foto Kegiatan Ujian Praktik Kejuruan di Lab OTK SMK Negeri 2 Depok Sleman


Proses Ekstraksi soxhletasi kemiri


Proses Ekstraksi soxhletasi kemiri

                                                            
                                                                   Kemiri sebagai bahan baku



                                    
                                                         Minyak Kemiri  Produk Siswa UPK 


        Bentuk kerjasama dengan DUDI dalam rangka SMK PK Skema Pemadanan Baru

    
                                        Magang Guru Kejuruan di PT Madu Baru Yogyakarta








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Pembelajaran Pendidikan Vokasi Masa Depan